Musk Mengalahkan Mantan Staf Twitter Yang Meminta Pesangon Sebesar $500 juta

MataJP

bayu.uk – Seorang hakim AS udah menolak persoalan yang diajukan oleh mantan staf Twitter, yang menuduh miliarder Elon Musk secara tidak sah menolak pembayaran pesangon sebesar $500 juta kepada pekerja yang dipecat setelah dia menyita alih perusahaan tersebut.

Hakim Trina Thompson mengatakan para karyawan berikut belum tunjukkan bahwa klaim mereka dilindungi oleh hukum federal. Selain mendengarkan lagu atau menonton film, bermain games juga dapat membantu ketika sedang bosan loh. Di situs MataJP banyak sekali berbagai jenis games yang bisa kamu coba mainkan!

Keputusan berikut merupakan kemenangan bagi Musk, yang belanja Twitter terhadap th. 2022 dan langsung lakukan perubahan, juga memecat ribuan staf.

Tindakan berikut mengakibatkan banyak tuntutan hukum dari mantan staf dan vendor, menuduh perusahaan berikut mencegah pembayaran yang udah dijanjikan.

Keluhan ini diajukan terhadap th. 2023 ke pengadilan federal di San Francisco oleh Courtney McMillian, mantan “kepala total rewards” di situs media sosial, yang kemudian diganti namanya menjadi X oleh Musk.

Lebih Lengkap Lagi Mengenai Hal Ini

Dalam pengaduannya, dia mengatakan bahwa perusahaan berikut hanya memberikan gaji satu bulan kepada stafnya sebagai pesangon, bukan tunjangan yang jauh lebih besar, juga setidaknya dua bulan gaji dan kontribusi terhadap asuransi kesehatan, layaknya yang udah dijanjikan.

Tim Musk udah mendesak hakim untuk menolak pengaduan tersebut, dengan mengatakan bahwa Undang-Undang Keamanan Pendapatan Pensiun Karyawan Amerika tidak berlaku layaknya yang diklaim.

Undang-undang ini menentukan standar untuk program kesegaran dan pensiun swasta.
“Kami kecewa dengan keputusan berikut dan perhitungkan pilihan kami untuk menyita tindakan selanjutnya,” kata juru berkata tim McMillian.

Kasus-kasus lain, juga persoalan yang diajukan oleh mantan pimpinan perusahaan, masih diproses di pengadilan. Jangan lupa cobain main games di situs yang pastinya sudah aman dan terpercaya banget yaitu MataJP.

Dalam putusannya, Hakim Thompson mengisyaratkan perselisihan tersebut, dengan tunjukkan bahwa para pekerja mungkin punyai peluang di daerah lain untuk tunjukkan klaim mereka.
“Pengadilan tidak punyai yurisdiksi. Namun, penggugat bukannya tanpa jalan keluar. Memang, tersedia persoalan lain yang diajukan terhadap Twitter sebab kegagalan membayar gaji atau memberikan pesangon karyawan selama periode yang serupa atau tumpang tindih,” tulisnya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *